29.9 C
Jakarta

Jantung Redaksi (The Investigative Core)

Akrobat Dana Haji: Antara Istita’ah, Uang Rakyat, dan Wanprestasi Negara

Oleh: E. T. Hadi Saputra Senayan sedang gelisah. Ada tagihan mendadak sebesar Rp1,77 triliun. Penyebabnya: harga avtur naik, tiket pesawat Garuda Indonesia dan Saudia Airlines...

ANALISIS STRATEGIS: Gencatan Senjata AS-Iran dan Pergeseran Peta Kekuatan Global

Senjakala Hegemoni: Menakar "Menyerahnya" Washington di Teluk Persia Dunia hari ini menyaksikan transformasi geopolitik yang bukan sekadar fundamental, melainkan radikal. Kesepakatan ceasefire (gencatan senjata) antara...

HEGEMONI BAHASA KONFLIK TIMUR TENGAH

Dunia informasi hari ini sedang mengalami krisis integritas yang akut. Di balik jargon freedom of the press yang diagungkan oleh korporasi media di Amerika...

HGU Sugar Group: Antara Gertakan Audit dan Realita Karpet Merah

JAKARTA – Memasuki minggu kedua Maret 2026, panggung sirkus birokrasi kita kembali menyajikan atraksi "Audit Kolosal" terhadap raksasa gula di Lampung, Sugar Group Companies...

Prahara di Teheran: Operasi Militer, Suksesi Berdarah, dan Peta Baru Timur Tengah

Kawasan Timur Tengah kini berada dalam fase ketidakpastian tertinggi menyusul rangkaian operasi militer presisi dan serangan balasan lintas batas yang melibatkan Iran, Israel, dan...

Antara Kritik Karen Brooks dan Analisis Oligarki Jeffrey Winters

JAKARTA – Di puncak perbukitan Hambalang, Bogor, sebuah sejarah baru sedang ditulis dengan tinta nasionalisme yang tebal. Namun, di saat yang sama, radar intelektual...

105.000 Pikap India dan Skema “Barter” CPO: Siapa yang Diuntungkan?

Praktik "Barter Kedaulatan" ini membuktikan bahwa nurani kebijakan ekonomi kita sedang berada dalam sandera kepentingan modal besar. Jika hukum tata niaga hanya dipandang sebagai instrumen transaksi politik, maka kemandirian industri nasional hanyalah ilusi yang sengaja dipelihara di atas panggung sirkus birokrasi. Publik berhak menuntut transparansi atas setiap lembar nota kesepahaman yang diteken di balik pintu tertutup, sebelum pilar ekonomi kita benar-benar roboh akibat ketamakan yang dilegitimasi oleh regulasi.

Sirkus Surpres: Kejujuran yang Batal di Meja Legislasi

Ramadan seharusnya menjadi bulan di mana kejujuran menjadi mata uang tertinggi dalam pergaulan sosial maupun bernegara. Namun, panggung politik kita justru mempertontonkan sirkus narasi...

Laba Digital di Atas Prahara Ekonomi Rakyat

Oleh: E. T. Hadi Saputra Laporan kinerja keuangan perbankan yang dirilis sepanjang pertengahan Februari 2026 ini menyisakan ironi yang menyesakkan dada. Di tengah keluhan kelas...

Mandat 100 Persen DHE: Nasionalisme Moneter atau Jebakan Likuiditas Oligarki?

Oleh: E. T. Hadi Saputra Editor: Tim Redaksi FORUM Garis Api Kedaulatan Ekonomi Presiden Prabowo Subianto akhirnya menarik garis api dalam urusan kedaulatan ekonomi nasional. Melalui Peraturan...

Beban MK Refleksi Buruknya Legislasi Nasional

Pernah dengar istilah keranjang sampah konstitusi? Kalau belum, silakan tengok gedung Mahkamah Konstitusi hari ini, 26 Januari 2026. Institusi ini lagi mencatatkan rekor yang...

Antara Iuran Sukarela dan Tagihan yang Tak Terelakkan

Ada pertanyaan menggelitik di warung kopi hari ini. Indonesia bayar berapa buat masuk "Dewan Perdamaian" atau Board of Peace (BOP) itu? Publik mulai curiga....

Recent articles