Seringkali kita mendengar dialog yang sekilas terdengar lumrah namun sarat akan masalah: "Wah, pasangannya bule ya? Demi perbaikan keturunan!" Kalimat ini sering diucapkan tanpa beban, seolah menjadi pembenaran logis untuk sebuah pernikahan lintas ras. Namun, jika kita bedah lebih dalam, frasa "perbaikan keturunan" sebenarnya adalah sebuah penghinaan terselubung terhadap identitas diri kita sendiri.
Sudahkah kita benar-benar menyelamatkan bumi atau hanya sedang sibuk memindahkan angka-angka dari kantong donor ke brankas birokrat di Jakarta sementara masyarakat adat di pedalaman...
Ternyata ijazah mentereng itu bukan jaminan gerai kopi bisa tetap wangi. Membayar mahal orang pintar untuk merusak bisnis adalah sebuah seni yang hanya bisa...
Mari kita bicara santai sejenak. Anggap saja kita sedang duduk di kedai kopi, menyeruput robusta Lampung, sambil memandang peta Sumatera. Bukan peta wisata. Tapi...
Jika Anda berpikir penyelundupan logam mahal hanya terjadi di pelabuhan kecil yang kumuh, Anda salah besar. Justru, kejahatan paling rapi sekarang terjadi di terminal...
Penulis: ET Hadi Saputra, SH. ( 04-12-2025)
Saudara-saudara sekalian, para pembaca yang terhormat.
Saya selalu geleng-geleng kepala. Setiap kali ada bencana alam, baik itu banjir, gempa,...
Ketika seorang ulama besar menyebut di depan ribuan massa bahwa Presiden sedang disandera dan diancam oleh kekuatan mafia, kita seharusnya tidak bisa tidur nyenyak,...
Dalam dunia bisnis dan investasi, ada satu aset yang tidak tercatat di neraca keuangan, namun nilainya melebihi segalanya: Kepercayaan (Trust).
Baru-baru ini, komunitas bisnis dan...
Negeri ini sedang bersiap memasuki tahun 2026 dengan dua 'senjata' baru yang konon akan menertibkan kita semua, namun baunya justru seperti upaya menghidupkan kembali...
Pemusnahan puluhan perangkat telekomunikasi ilegal oleh Komdigi seolah menjadi berita rutin yang menenangkan. Kita semua lega, frekuensi aman, penerbangan lancar. Namun, pernahkah kita berhenti...
Penulis: ET Hadi Saputra, SH. (28-11-2025)
Kita kira era media sosial membebaskan, ternyata kita salah besar. Hanya karena sebuah tumbler yang hilang, seorang karyawan di-PHK....